back online

September 30, 2007

akhirnya,

setelah 29 hari sejak pasang internet di kosan,
setelah 29 hari internet di kampus gara2 kabel LAN kamar rusak,
setelah membayar duit bulanan untuk 29 hari yang sia-sia,
setelah ingat kalau minggu depan udah balik lagi ke Jakarta,

internet di kamar akhirnya jalan juga.

*ah, sudahlah, bulan puasa ga boleh marah*
*nikmati saja dan nyalakan komputer 24 jam buat download*
*hajar saja internet kamar lain karena saya berhasil menghack sistem kontrol jaringan*
*sehingga semua jaringan jadi milik saya seorang, hahahaha*

*berharap nggak ada anak kosan yang baca post ini*

that thing you do

September 28, 2007

You,
Doin’ that thing you do,
Breaking my heart into a million pieces,
Like you always do
And you,
Don’t mean to be cruel,
You never even knew about the heartache,
I’ve been going through
Well I try and try to forget you girl,
But it’s just so hard to do,
Every time you do that thing you do

ayo bernyanyi! ahahahaha!!!

*efek stres menghadapi tugas struktur data*
*jadi pengen karaokean bareng anak2 axl lagi…haha

api kecil

September 26, 2007

Di malam yang dingin dan berangin itu, saya sedang…agak sedih.
Sebenarnya biasa-biasa saja. Masalahnya, saya juga lelah.
Dan seseorang tanpa sengaja menekan tombol merah itu.

Beberapa saat kemudian, saya merasa ingin membuang hati saya.
Hati yang sudah berulang kali menipu saya itu semakin membuat saya letih.
Selama ini saya terlalu bergantung pada hati itu.
Pada harapan yang ia ciptakan.
Lagipula hati itu sudah rusak dan retak. Penuh bekas luka dimana-mana.

Namun,

rupanya hati itu masih melekat di diri saya.
Tak lama kemudian, lamunan saya itu membawa saya ke beberapa waktu yang lalu.
Saya kembali teringat saat hati itu membantu saya mencintai seseorang.
Hati itu menanamkan rasa peduli terhadap orang yang saya sayang.
Hati itu mengajarkan saya kepercayaan dan kesetiaan.
Saya sadar kalau hati tidak menuntun saya ke suatu jalan.
Ia hanya menyalakan lampu sehingga jalan tersebut tidak terlihat begitu gelap.

Hati.

Sepertinya kali ini saya tetap percaya padamu seperti biasa.
Hanya karena keberadaanmu membuat saya tidak terlalu kedinginan di tempat ini.

Api kecil, tetaplah menyala

one day

September 25, 2007

image by brokenheartart.deviantart.com 

would like to think our paths are straight
disconnected from choices we make
that there is no reason why it can’t be like you said

 

one day, it’s gonna happen
i don’t know when
i’ll be on your street

 

Kenapa sih perasaan seperti itu sering datang tiba-tiba?
I don’t like that feeling. I hate it.

 

Perasaan yang bagai cahaya matahari menembus awan mendung.
Memberi impian, memberi semangat, memberi kehangatan.
Padahal perasaan itu palsu. Ia hanya datang untuk menyapa.
Dan perasaan itu pun pergi begitu saja.
Tak bermakna.

 

Saya hanya bisa tersenyum merenungi kenaifan hidup saya.
Sampai sekarang pun, saya belum dewasa.
Saya masih dibutakan oleh impian dan kenangan.
Saya masih belum bisa mencintai.

One day,

 

but not now.
not you,
not me.

the irony

September 17, 2007

Maaf ya (belom apa-apa udah minta maaf, ckckckck) udah lama ga nulis entry, akhir2 ini lebih sibuk di friendster. Lagian kemaren weekend ke jakarta, jadinya sibuk bersantai-santai di rumah, hehehehe. Sayang cuma sebentar di sana gara-gara 1 jam sebelum travel berangkat ada panggilan darurat ke sekre, jadinya di Jakarta cuma 2 malam deh. Pas jalan-jalan di Poins Square ujung2nya malah liat-liat laptop (pengen beli nih) dan hunting DVD. Akhirnya saya beli 3 DVD keren; Catch Me If You Can (disuruh nonton sama Manda), Fight Club (disuruh nonton sama Bravo), dan Bowling For Columbine (udah nonton bareng Vivien dkk sih, buat koleksi aja). Lumayan lah buat nunggu buka puasa :D

Nah, tadi ada kejadian yang cukup bikin mata saya terbelalak *buset dah, bahasanya! hahaha!*. Pas mau pesen travel tadi kan saya seperti biasa nelpon Cititrans, travel setia dengan kursi lega dan harga tiket 65 ribu rupiah yang berhenti di Dipati Ukur *weh, promosi*. Eh gara2 nelponnya kesiangan nggak dapet tempat untuk pulang hari ini (minggu). Daripada naik travel bermobil APV sempit yang berhenti di Wong Solo Dago, akhirnya saya naik travel Cipaganti yang berhenti di BTC Pasteur. Agak males nih, soalnya ribet dari situ ke kosan, tapi daripada nggak ada ya udahlah. Walaupun bangkunya terhitung sempit, tapi overall lumayan menyenangkan lah.

kenapa bisa menyenangkan?

karena di deret bangku paling belakang tempat saya duduk, ada seorang mahasiswi angkatan 2007 yang menurut saya lumayan….*keluar tanduk*

…yang sayangnya dihalangi oleh seorang om-om gendut yang duduk diantara saya dan dia –; *pengen bunuh si om itu rasanya*

Pas berhenti di rest area, tiba2 dia ngajak ngobrol. Dari hasil interogasi obrolan itu saya berkenalan dengan dia. Anaknya asik juga, nggak jaim, dan mau2 aja mengobrol dengan orang lain *biasanya orang2 kabur lihat tampang si jerapah ini, jutek parah soalnya*. Tak terasa sudah 20 menit di rest area, dan saat lagi seru-serunya ngobrol….

…si om-om kembali menghalangi saya sepanjang sisa perjalanan. Oh, great.

Tenang, bukan ini kejadian yang mau saya ceritakan, belum mulai kok
*ditimpukin orang yang baca entry ini*
*kabur*

Jadi, tadi kan travelnya berangkat jam 5.30. Tentu saja berarti saya harus buka puasa di jalan. Setelah buka puasa dengan sirop rasa melon dan 1/8 loyang lasagna *enak ya? hohohoho*, tentu saya bingung mau ngapain. Biasanya dengerin lagu, tapi batere tinggal dikit. Eh 10 menit kemudian pak sopir menyalakan televisi (yup, ada TV LCD di tengah mobil). Si jerapah ini tentu berharap pak sopir memutar acara rohani yang menenangkan hati.

*ditimpukin orang2 yang tau seberapa bejatnya ramdaffe*
*kabur bentar*

Ternyata bukan! Yang diputar adalah film yang gambar dengan suaranya tidak cocok. Suaranya adalah lagu remix house music super-norak Kucing Garong. Ok, bad enough Dan videonya adalah…..sebuah rave party. Lengkap dengan cewe2 dengan coverage baju 30% (cukup menggairahkan lah), 20% (wow) , dan 10% (pikirkan sendiri). And pole dancers. Wah, benar-benar siraman rohani. Dan film itu diputar sampai udah mau nyampe Bandung. Oh dear, that’s what i call the irony. Ngeselin ah, kan saya jadi susah mau milih TV di depan atau pemandangan yang di samping (sebelum semuanya nyebar gosip: saya akhirnya tidur kok, sumpah, beneran). Lagian videonya itu pas saya lihat-lihat lagi sepertinya di Thailand (hukum film thailand: cewe cakep = cowo, cewe jelek = cewe), jadi langsung illfeel deh. Hahahaha, ada-ada aja perjalanan Jakarta-Bandung.

Wah, udah mau imsak. Saya sahur dulu ya, kemaren soalnya nggak sahur gara-gara satu rumah kesiangan. Sekarang malah nggak tidur keasikan main photoshop, hehehehe.

*berlari ke ruang makan*
*end of irony*

digital love

September 14, 2007

digital love

Last night I had a dream about you
In this dream I’m dancing right beside you
And it looked like everyone was having fun
the kind of feeling I’ve waited so long

Don’t stop come a little closer
As we jam the rythm gets stronger
There’s nothing wrong with just a little little fun
We were dancing all night long

-Daft Punk-

is the digital love blossoming again?

hahaha, who knows :)

*or am I just tired of these madness around me and really need some sort of escape?

anyway, the weather really sucks here in Jakarta! whew, it gets really, really hot in this room. But as long as i get a plate full of Lasagna for breakfast i won’t complain that much :D

*hey, if ‘puasa’ = ‘fasting’ and ‘buka’ = ‘break’, is ‘buka puasa’ = ‘breakfast’?
*logic of a weirdo
*anyone can point me the english word for ‘buka puasa’?

oh, I almost forgot, since it’s fasting month right now and we’re getting nearer to Idul Fitri, please forgive everything i’ve done that hurts your feelings (well, if you can’t, most of the things will be okay). I hope God bless us in walking through this long road of life.

And God, please…can I have the right one this time?

Ooh I don’t know what to do
About this dream and you
We’ll make this dream come true

image from http://verdis.deviantart.com/