how to spend the last 24 hours
December 30, 2007
what to do in New Year’s Eve?
hm. berhubung tahun baru ini saya sedang menjomblo (lagi), jadi sepertinya hari terakhir ini harus saya habiskan sama temen2. hancur sudah mimpi indah saya hahaha. ah sebenernya apa aja juga ga masalah sih, pokoknya saya ga mau kayak taun lalu, seharian belajar kalkulus, jam 11.50 liat kembang api kecil2, trus jam 00.10 belajar lagi. damn, it really sucks. dari hasil nanya2 sih saya dapet beberapa pilihan:
- paket senang-senang A
hunting foto tengah malam. ini idenya Rey. dia mau pake kamera analog(yang masih pake rol film), trus abisin 36 frame terakhir di tahun 2007 (walaupun itu pun juga jadi 36 frame pertama, soalnya saya pake digital terus tahun ini hehehe). i like this one, i never done it before. tapi si rey malah kynya ga jadi, ah payah dia hahaha - paket senang-senang B
taun baruan di LFM. main DDR. main Guitar Hero. Karaokean sampe mampus. bikin BBQ, api unggun, kembang api kecil-kecilan. paling mungkin sih ini, soalnya ga usah terjebak hyper-traffic-jam di Dago. Murah meriah senang-senang. - paket senang-senang C
ini udah ga terlalu jelas sih. mungkin makan-makan dan nonton I Am Legend (iya, saya cupu, blom sempet nonton. miskin nih) bareng Dipta dan paling ajak2 yang lain lagi. Dip, traktir sushi dong, hahaha. Paling nanti ada yang punya ide gila, entah ngapain kek. (have some drinks maybe? *ups* haha just kidding) yah moga2 aja seru. - paket hidup susah
ngerjain tugas Struktur Data (4 SKS).
belajar Matematika Diskrit, Probabilitas & Statistika, Matriks & Ruang Vektor.
beli roti bakar coklat kacang dan buavita rasa apel.
ditemani YM yang (sudah pasti) sepi.
merefresh facebook tiap beberapa menit sekali.
melihat countdown tahun baru di internet.
antisosial.
…uh. oke. yang jelas bukan yang paket 4.
well, have a happy new year’s eve, everyone! :)
UPDATE: karena suatu masalah besar bernama tugas makalah matematika diskrit dengan deadline hari kamis kecil, sepertinya sebagian paket 4 terpaksa diambil. huargh. sial.
a long-distance murder
December 29, 2007
no, this isn’t what i used to be.
i feel dizzy. disgusted. sick. tired.
my fingers are numb. like getting a frostbite.
everything’s seem surreal.
it’s like an absurd nightmare
and the sun never rises to wake me up.
boys don’t cry. yeah. like i give a damn.
love?
hmpfh.
crap.
best year ever – part two
December 26, 2007
FRIENDS
Temen di sini bukan cuma temen terdekat saya, tapi juga orang-orang yang mungkin tanpa dia sadar mempunyai arti tersendiri di tahun ini. Walaupun begitu, ada orang-orang tertentu yang bener2 berpengaruh ke diri saya selama ini. Thanks for Fanny whose wisdom and care helped me to survive my april. So do Rey and Anie, whose advice and comfort guide me out of my sorrow. For best friend though, Dipta is truly the dude. Makasih dip, atas apapun yang saya bajak dan kotorin di kamar 1007 bareng Bintang dan Mang. Berkat belajar bareng juga nilai ujian probstat saya jadi seperti berlian diantara nilai2 yang lain, hahaha (kapan lagi dapet A?). Omong2 jadi keinget Ayam. Makasih ya yam, udah mampir membanjiri inbox sms dan menghabiskan off-peak yang masih 1000an. Lumayan, buat hiburan hahaha. Oh iya, temen2 di LFM. Untuk Vina, Boy dan Tangkas, makasi udah nemenin makan bareng. Kayaknya mbak2 Botram sama mas2 ayam kremes udah apal muka kita tuh, hehe. Maut dan Adi juga udah banyak ngajarin ilmu selain moviemaking, makasi ya! ga lupa juga sama Bravo yang sepertinya bakal jadi rival abadi di Frets on Fire (semacam guitar hero). Krutu macam Dani dan Jojon yang membuat LFM jadi asik juga harus saya sebut sepertinya tuh. Nggak lupa juga buat para kamar tetangga kosan, Erry, Tomi, dan Onta yang berhasil membuat si om di kamar R marah. Gila lo semua, haha. Di IF, credit goes to Adit (sekali2 sebut pake nama asli lah) yang udah membuat kewarasan saya dipertanyakan. Tobat woi tobat! Lastly, there’s new faces in my blog-o-sphere and facebook, such as Adyani and Annisa. Buat yang ga disebut, maaf banget, kalo saya nulisnya kepanjangan ntar orang males bacanya, hehehe. So there they are, my lifeboat, my big family : )
best year ever – part one
December 25, 2007
Nggak kerasa udah natal. 6 hari lagi udah pergantian tahun. Jalanan macet, terompet2 berbunyi, klakson mobil menyahut, kembang api dimana-mana. Setahun yang lalu saya menghabiskan malam tahun baru belajar kalkulus di kamar kosan (menyedihkan ya? Hahaha). Saat itu saya sama seperti biasa membuat resolusi tahun baru. Nggak kebayang saat angka di hp saya berubah jadi 2007, saya akan mendapat tahun paling gila, paling asik, dan paling luar biasa dalam hidup saya.What’s so great about it, anyway? Well, there’s two main things. Love and friend.
LOVE
Yah, bagi yang pernah baca post2 terdahulu di blog ini ngerti lah ya, haha. Setelah 17 tahun menyendiri, in this year I finally found someone. Okay, actually there’s three, but there’s only one who I consider to be the best thing that happened in my love life. Amanda. She’s the one who created the word ‘ramdaffe’. She’s the only person who really knows my favorite things. She’s the one who taught me the world I’d never seen before. She’s my best friend. She was my best girlfriend. And , yeah, she is the best ex. Hahaha. Looking back at the day we broke up on April, I can only thank God for all the time I’ve spent with her. Friends forever, roo :)

Ok, stop the happy fairy tale. Poof poof. After her, there’s Gita. Well, obviously it’s not going on well. I think it’s my fault underestimating the complex feelings of her, resulting in yet another very early break up. I hope she can forgive me sometimes. Lastly, I met Wiydiy. Attraction and stubbornness don’t mix well. Even though I still consider her the most caring person I’ve ever met, in the end it’s better for us just to be nothing more than good friends. Also, she recently had a new boyfriend. Ahahaha. Oh well, finally after a great struggle I can accept that. So there’s my love stories.
to be continued
being john malkovich
December 23, 2007
12.12 am
Room 747, 3rd floor
DVDs bought: Little Manhattan, Monty Phyton and The Holy Grail, Being John Malkovich
Ayah, ibu, dan adik saya terlelap. Gerimis masih membasahi pasir pantai. Jalan di depan masih macet. For God sake, it’s midnight! Ah saya sendiri sebenarnya juga lebih suka di bawah. I love to take a night walk, get some drinks, and get to the crowd. Just to be myself. It’s fun. Sayangnya di sini hanya saya sendiri yang masih belum tidur. Lalu ngapain saya bangun sendirian tengah malam gini di kamar?

Nonton Being John Malkovich. Film gila. Film orang gila. Gila.
Sayangnya, filmnya bagus.
Oke, “bagus” itu relatif. Temen deket saya nggak suka sama film aneh seperti ini, dan saya yakin rata2 juga akan mikir film ini nggak banget. Aneh. Kacau. Ada juga yang mendewa-dewakan film ini karena idenya yang gila. Saya sendiri?
Hanya bisa terpesona dengan kegilaannya.
The finest example of a beautiful madness.
If you haven’t seen it yet,
just go to your DVD shop and look for it.
It’s a must watch!
DVDs to buy tomorrow: Green Mile, Malena, Sicko, Amelie, La Vie En Rose; Lock, stock, and Two Smoking Barrels. Shopping frenzy!
*posted after landed in jakarta*
going offline
December 20, 2007
I’m on vacation to Bali till 23rd. Laptopnya lg error, jd ga bisa hotspotan. Huh. Masi bisa hunting2 foto untungnya.
Anyway, have a nice vacation everybody! See y’all!