to give

October 30, 2008

hei, siapapun yang kebagian tugas mengatur cuaca di bandung, seriusan aja lah. Masa 3 hari lalu panasnya kayak padang pasir, kemaren tiba-tiba jadi iklim sub-arktik gini. Kasian yang sudah merancang jadwal cuci baju nih.

Ok, tulisan di atas hanya mengungkapkan sedikit kekesalan kepada awan di atas sana. 18 derajat pas 12 malem sih silakan aja, masa jam 12 siang juga? brrrr.

Anyway, entah kenapa gw rindu masa-masa UTS (apaah? F***, gila aja hahaha). Semakin ke sini gw sadar kalau pas UTS itu sebenernya relatif lebih santai. Belajar sampai jam 1 pagi, tidur sampai jam 8, sampai kampus jam 9, jam 10nya UTS, jam 11 selesai. Nggak ada rapat kepanitiaan. Nggak ada kerjaan lain. Lihat sekarang! bener2 kayak tumpukan panci dan piring kotor yang memelas buat dicuci.

Sebenernya banyak kerjaan asik juga sih. Banyak pengalih perhatian = sedikit masalah2 menyebalkan yang stuck di kepala. Kenyataannya, gw kadang2 ngerasa ga nyaman. Gw mulai merindukan gw yang “bebas” seperti dulu. Gw yang ga ada beban sama sekali. Bagaimana gw bisa sadar? nah,

R2: ram ada link aneh2 gak
R2: butuh hiburan euy

R1: hmmmm
R1: apa ya
R1: gw dari kemaren kebanyakan kerja sih
R1: blom nyari yang aneh2
R1: hahaha

see? hal-hal sepele yang setelah gw sadari mulai hilang dari kehidupan sehari-hari gw. sekarang, gw lebih sering meminta, bukannya memberi. Gw yang sekarang malah perlu dihibur, bukannya memberi kesenangan buat orang lain. Duh. Entah ya. I’m not too comfortable with that.

Yah, semoga aja hari-hari itu cepat kembali. Hahahaha.
dan gw menemukan jaket tebal baru buat bertahan hidup selama musim dingin ini

Review : Kutunggu Jandamu

October 28, 2008

Tadi akhirnya geng kancut (gw, rey, brian, dheny, dan ayu arsi) kembali berkumpul bersama untuk yang pertama kalinya sejak 14 April 2008. Setelah rapat olimpiade, gw dan rey ketemu dheny lalu pergi naik mobil ayu ke BIP. Di sana ketemu boy, brian, dan ery. Setelah itu kita pulang kembali ke kosan dan rumah masing-masing. Tuh kan, gw bahkan males nulis kalau tadi kita nonton film semi-bokep terhina sejagat. Buat kalian yang belum nonton:

JANGAN NONTON.

habiskanlah 10/15/20/25 ribu kalian di tempat dan kegiatan yang lebih berguna seperti adu Ikan Cupang (Trichopsis vittatus), beli kerak telor buat tetangga sebelah, atau naik gajah-gajahan satu putaran di mal.

N.B: buat kalian yang berharap bisa ngetawain D.P kayak di Tali Pocong Perawan atau Tiren, peringatan di atas tetap berlaku. Yes, it is that bad.

Review: Doa yang Mengancam

October 26, 2008

UTS selesai? check. Udah makan malem selain nasi goreng SR? check. Udah main DDR? check.

Baru beberapa menit yang lalu gw sadar kalau gw udah ga menjalankan ritual nonton di bioskop dari sebelum bulan puasa. OMHFG. Yup, gw belum nonton suami-suami takut istri, mupeng, laskar pelangi, gara-gara bola, chika, dan film-film menghibur maupun merana lainnya. Iya, laskar pelangi juga belum. What’s the fuss?

Gara-gara dendam bete superparah setelah para “sahabat” gw nonton Kutunggu Jandamu ga bilang2 (seriously, dudes, you’re unforgivable) dan berdebat panjang lebar milih apa yang mau ditonton (gw tetap gagal total membujuk Vina nonton film yang gw sebut di atas) , akhirnya Pandu, Vina, Hafid, dan gw memilih Doa yang Mengancam.

Ga usah bahas sinopsisnya ya, you know where to go. Penilaian gw? It’s strangely good and somehow i like it! Iya, gw tau, endingnya bisa ketebak, banyak adegan2 klise dan lebay. Aming, face it, he’s not that good at playing Madrim. Soal kalian yang merasa diceramahi, hey, berhentilah mengeluh. Film ini JAUH (with caps lock and in bold) lebih kena pesannya daripada film-sok-arab-yang-supposedly-full-of-religious-message-itu (padahal gw aja blom nonton hahaha). Para kyai yang ga suka oversimplifikasi konsep keagamaan seperti dialog “Emang Allah maha pengasih dan maha penyayang, cuma kalau dia lagi kesel mau apa?“, mohon dimengerti kalau ga semua orang bisa nelen nilai-nilai religi secara bulat-bulat. Ayolah, film ini indah banget. Indah secara visual dan makna. Oh iya bagi kalian yang berencana membuat film dengan unsur visual yang rapi dan bagus, tontonlah film ini. Ga bakal nyesel deh hehehe.

Bottom line, it’s a simple but well-executed, gorgeous movie with dead-on religious messages without those preachy stuffs. 3.5 out of 5

post ini sekaligus memulai lagi rangkaian keseharian gw yang (moga2) menyenangkan. huweiii!
untuk hafid: ayo kita jauh-jauh dari pandu dan vina. suram bener ini dua orang. hahahaha

On the other news, Liverpool beats Chelsea 1-0! My, my, what a day! Next: Arsenal. Just wait that ball lying motionless behind Almunia. See ya!

newsworthy

October 24, 2008

Penyegaran, XL Ganti Luna Maya dengan Simpanse
~detik.com

HAHAHAHAHAHAHAHA *ketawa ga nyantai*

walaupun batal belanja+nonton pasca UTS, tetap harus mencari kebodohan!

pangkal

October 22, 2008

Yup, tomorrow i will be having a 7 SKS (apa sih bahasa inggrisnya? credits?) midterm exam. Here i am, trying to close all the facebook tabs, the last.fm tab, aintitcool tab, xkcd tab, and various insignificant yet refreshing tab.

Well at least i’m not playing Tap Tap Revenge.

Belajar! belajar! belajar! belajar berarti rajin. rajin pangkal pandai. pandai pangkal lulus. lulus pangkal kerja. kerja pangkal kaya. kaya! kaya! kalau kaya bisa jalan-jalan ke Praha! kalau kaya nanti bisa beli lasagna sepuasnya! kalau kaya nanti nggak usah nunggu THR! KAYA!

maka ia pun kembali belajar basis data dan algoritma & struktur data. demi kaya.

should i do something else

October 21, 2008

But if I tell the world, I’ll never say enough
‘Cause it was not said to you
And that’s exactly what I need to do if I’d end up with you

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even if I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?

I build myself up and fly around in circles
Wait then as my heart drops and my back begins to tingle
Finally could this be it?

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even If I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?

Adele – Chasing Pavements

Videoklipnya keren parah lah. Mantap bener ini lagu.