yogyakarta
June 20, 2009
adalah tujuan hunting besar LFM dari tanggal 21 sampai 25 Juli. Jadi, saya pamit dulu ya!
Untuk reytia anindita: maaf gw belum mengerjakan foto sequencenya huhu
Untuk fathia qadreza: maaf gw belum sempat mengerjakan pesanannya haha
Untuk wisnu adityo: maaf gw belum sempat mengerjakan logonya hehe
Untuk lounafarsha w: jaga baik-baik si mbak acer di rumah, jangan dijadikan alas mouse hihi
Untuk ayah dan bunda: semoga urusan sekolah si louna lancar, amin hoho
Untuk amanda jana: duitnya gw ganti ntar ye :D
Untuk aftah rahmat ismail: selamat ulang tahun! hahihuheho
Untuk semuanya, selamat berlibur!
Review: Virgin 2 – Bukan Film
June 17, 2009
Halo semuanya. Saya kembali setelah puasa menulis review sekian lama! Hahahaha
Oke, pertama-tama mungkin ada yang merasa judul di atas kurang satu kata. Ada dua alasan, alasan pertama adalah kata ketiga di subjudul film ini akan mengundang orang-orang kesepian ke blog saya ini dan membuat hit counternya meningkat drastis (sudah terbukti dalam review Perempuan Punya Cerita yang saya tulis setahun yang lalu). Alasan kedua, ya, review di bawah ini.
Saat saya membeli popcorn tadi sore, saya yakin kalau saya pasti akan menikmati film ini. Film indonesia ampas terakhir yang saya tonton adalah Kutunggu Jandamu (sudah lama sekali huwow) dan 3 film bioskop terakhir yang saya tonton itu Watchmen, Angels & Demons, serta Star Trek. Terlalu bagus-bagus. Butuh penyegaran. 5 menit nonton, saya sudah tersenyum lebar, lebih lebar daripada senyum Will. E. Coyote saat melihat Roadrunner. Lebih lebar daripada TV plasma. Film ini. Sungguh. Luar. Biasa.
Jelek.
Film ini bercerita tentang cewe-cewe hancur yang hancur karena ketololan mereka (dan ketegaan scriptwriter) dan tambah hancur karena ketololan dan kehancuran mereka yang berlanjut (dan karena tuntutan dramatis sutradara).
Tentu saja didukung oleh akting hancur yang sama sekali tidak ada chemistrynya. Guys, take note: hubungan sesama jenis perlu emosi yang lebih dalam, bukannya kamera yang mengarah ke bagian belahan tengah. Yes we do know that woman have something called b00bs, no need to show them every 3 minutes just because your actresses can’t actually deliver some good lines.
Oh iya, lupa: spoiler alert.
Oke, lanjut ke setting. Bandung, Dago Plaza, Circle K. Selalu malam hari (entah kenapa). Om-om berniat buruk yang nawar 5 juta. Om-om-om-om (banyak om-om) yang, yah, dikali banyak aja. Apartemen reyot berWC bagus. Tempat clubbing sok asik dengan dresscode salah (yang ini kata teman saya yang lebih paham dunia sana). Oh iya, wardrobe. Emang sih bandung identik dengan celana ketat kependekan (ini memang kota dengan selera busana yang agak aneh), tapi ya nggak full day juga sih, ga ganti-ganti lagi. Then again, it’s full of tobacco and drug and prostitution references. Mungkin sekalian maunya emang dibuat hancur lah ya. Lalu katanya gambarnya terinspirasi karya Wong Kar Wai. Saya melihat sering ada poster film-film dia seperti My Blueberry Nights yang ditempel di sana sini di film ini, but that’s it: it’s an insult to call it inspired by The Incredible Mr. W.K.W. Inspired by Kereta Hantu Manggarai, perhaps. Sinetron-craattt-cratt-slow-motion-cutting also in full effect, complete with their cheesy sound effects. Yang aneh sempat ada suara koor gereja kayak LOTR. Udah ah paragrafnya kepanjangan.
Oh iya, daritadi belum menyentuh ceritanya. Ya ceritanya gitu-gitu aja. Dijelaskan di salah satu adegan malah.
A: Kenapa lo?
B: Ceritanya panjang
A: Waktu gw banyak kok
B: Gw kabur dari rumah. Terus gw dijual sama temennya temen gw. Terus gw dijual. Terus gw kabur lagi.
A: Wah, ancur dong idup lo.
B: Emang.
Dialog ini terjadi di tengah cerita dan sebenarnya adegan-adegan setelah dialog ini tidak menambah cerita yang berarti. Cuma diulang sekali lagi doang kejadiannya. Saya bahkan lupa nama-nama A dan B. Yaudahlahya. Sinopsis bohongannya ada dimana-mana.
Sekarang sisanya dengan cepat: efek darahnya bagus. headphonenya ALAY. cewe bisu nggak penting. penculik entah darimana asalnya juga nggak penting. penonton di bangku C baru nyadar syutingnya di bandung saat filmnya udah 1 jam. adegan banyak yang vulgar tapi nggak penting. plotnya terlalu tolol. filmnya hancur.
Eh salah. Ini Virgin 2 : bukan film.
P.S: bagi yang bilang “KEREN!!! ( 2 JEmpol bwd Virgin 2)..” di group facebooknya, tolong. Bertobatlah.
betting time
June 17, 2009
the bad thing is, until now i don’t know much about you.
i don’t know what are you thinking or feeling
behind our short goodbyes and stupid goodmornings.
what i have in my head is a shallow understanding
of what and where am i, plus how stupid i must seem.
the good thing is that finally i can build my care for you,
something that’s plain hard for me to do out of the blue.
the even better thing is that this feeling i had is real,
not a silly crush nor just another way for my heart to heal.
i hope that the best thing is you,
undreamt of but proven true.
ramda,
fading hopes and low-suit deck of cards
the pledge
June 12, 2009
ladder theory
June 10, 2009

Oh. They even have a name for that!
saya capek
June 10, 2009
dan sekali ini saja saya ingin membuat hidup saya seringan mungkin;
Tanpa beban.
Sehingga saya tak perlu sayap dan saya tak harus hinggap untuk beristirahat.
Paling tidak, biarkanlah saya memimpikan indahnya daratan.
