Review: Virgin 2 – Bukan Film
June 17, 2009
Halo semuanya. Saya kembali setelah puasa menulis review sekian lama! Hahahaha
Oke, pertama-tama mungkin ada yang merasa judul di atas kurang satu kata. Ada dua alasan, alasan pertama adalah kata ketiga di subjudul film ini akan mengundang orang-orang kesepian ke blog saya ini dan membuat hit counternya meningkat drastis (sudah terbukti dalam review Perempuan Punya Cerita yang saya tulis setahun yang lalu). Alasan kedua, ya, review di bawah ini.
Saat saya membeli popcorn tadi sore, saya yakin kalau saya pasti akan menikmati film ini. Film indonesia ampas terakhir yang saya tonton adalah Kutunggu Jandamu (sudah lama sekali huwow) dan 3 film bioskop terakhir yang saya tonton itu Watchmen, Angels & Demons, serta Star Trek. Terlalu bagus-bagus. Butuh penyegaran. 5 menit nonton, saya sudah tersenyum lebar, lebih lebar daripada senyum Will. E. Coyote saat melihat Roadrunner. Lebih lebar daripada TV plasma. Film ini. Sungguh. Luar. Biasa.
Jelek.
Film ini bercerita tentang cewe-cewe hancur yang hancur karena ketololan mereka (dan ketegaan scriptwriter) dan tambah hancur karena ketololan dan kehancuran mereka yang berlanjut (dan karena tuntutan dramatis sutradara).
Tentu saja didukung oleh akting hancur yang sama sekali tidak ada chemistrynya. Guys, take note: hubungan sesama jenis perlu emosi yang lebih dalam, bukannya kamera yang mengarah ke bagian belahan tengah. Yes we do know that woman have something called b00bs, no need to show them every 3 minutes just because your actresses can’t actually deliver some good lines.
Oh iya, lupa: spoiler alert.
Oke, lanjut ke setting. Bandung, Dago Plaza, Circle K. Selalu malam hari (entah kenapa). Om-om berniat buruk yang nawar 5 juta. Om-om-om-om (banyak om-om) yang, yah, dikali banyak aja. Apartemen reyot berWC bagus. Tempat clubbing sok asik dengan dresscode salah (yang ini kata teman saya yang lebih paham dunia sana). Oh iya, wardrobe. Emang sih bandung identik dengan celana ketat kependekan (ini memang kota dengan selera busana yang agak aneh), tapi ya nggak full day juga sih, ga ganti-ganti lagi. Then again, it’s full of tobacco and drug and prostitution references. Mungkin sekalian maunya emang dibuat hancur lah ya. Lalu katanya gambarnya terinspirasi karya Wong Kar Wai. Saya melihat sering ada poster film-film dia seperti My Blueberry Nights yang ditempel di sana sini di film ini, but that’s it: it’s an insult to call it inspired by The Incredible Mr. W.K.W. Inspired by Kereta Hantu Manggarai, perhaps. Sinetron-craattt-cratt-slow-motion-cutting also in full effect, complete with their cheesy sound effects. Yang aneh sempat ada suara koor gereja kayak LOTR. Udah ah paragrafnya kepanjangan.
Oh iya, daritadi belum menyentuh ceritanya. Ya ceritanya gitu-gitu aja. Dijelaskan di salah satu adegan malah.
A: Kenapa lo?
B: Ceritanya panjang
A: Waktu gw banyak kok
B: Gw kabur dari rumah. Terus gw dijual sama temennya temen gw. Terus gw dijual. Terus gw kabur lagi.
A: Wah, ancur dong idup lo.
B: Emang.
Dialog ini terjadi di tengah cerita dan sebenarnya adegan-adegan setelah dialog ini tidak menambah cerita yang berarti. Cuma diulang sekali lagi doang kejadiannya. Saya bahkan lupa nama-nama A dan B. Yaudahlahya. Sinopsis bohongannya ada dimana-mana.
Sekarang sisanya dengan cepat: efek darahnya bagus. headphonenya ALAY. cewe bisu nggak penting. penculik entah darimana asalnya juga nggak penting. penonton di bangku C baru nyadar syutingnya di bandung saat filmnya udah 1 jam. adegan banyak yang vulgar tapi nggak penting. plotnya terlalu tolol. filmnya hancur.
Eh salah. Ini Virgin 2 : bukan film.
P.S: bagi yang bilang “KEREN!!! ( 2 JEmpol bwd Virgin 2)..” di group facebooknya, tolong. Bertobatlah.
wakakakaka… ancur parah lo ram review nya wakakakaka
eh, btw gue menemukan scene siang di film nya,
yaitu pada saat tidur2an di kuburan* (LOL)
*mau sok gothic tapi jadinya ampas
intinya VIRGIN 2 bisa ditonton kalo lagi pengen ketawa-ketawa tolol ampas di siang bolong yang ga jelas :)
thanks guys infonya..
http://www.indonetasia.com
salam kenal…
yahhh.. saya sih menghargai-menghargai aja hasil kerja sineas indonesia.. oleh karena itu,, saya bikin blog tentang mengkritik film,,, siapa tau bisa jadi pegangan para sineas dengan melihat kritik-kritik dari penonton untuk film film yang ada… jadi bisa lihat reaksi penonton dan belajar dari kritikan penonton tersebut.. untuk itu,, coba deh lihat blog saya dan komentarin bila berkenan…
http://kritikpenonton.wordpress.com
terima kasih
-djd-
Oh mai god, Ramda.
Thanks to you, gue jadi pengen nonton nih. Sial.
Udah lama gk muntah dan menyumpah2 saat nonton. Lebih parah mana sama BBB?
like this (jempol)
parahan mana sama Kamulah Satu-Satunya?
hahahaha.. sori ram, vocab perfilman gue luar biasa sedikit. gue tidak punya pembanding, seampas apa film indonesia. hahah…
hi there! blog-walking nih.
I’m pretty sure filmnya sampah, karna gw nonton yg pertama dan ilfeel berat. But thanx to review lo yg kocak ini, gw malah jadi pengen nonton, penasaran. ;D