singapura

July 3, 2011

Halo. Saya sekarang berada di Singapura.

Saya tidak liburan di sini. Saya melanjutkan sekolah saya, dan nampaknya hanya saya satu-satunya yang keluar dari kampus saya sebelumnya lalu pindah ke James Cook University Singapore ini. Tetap pada jurusan yang sama (karena saya statusnya pindah), namun dengan major Interactive Technologies & Game Design. Pretty cool name, eh? Doakan saya lulus Februari 2013 ini.

Jadi, bagaimana hidup di sini?

Mungkin kalau saya jelaskan, hanya sedikit berbeda dari Jakarta (17 tahun di sana) dan Bandung (5 tahun di sana).

Saat siang udara di sini sama panasnya dengan Jakarta,
hanya tidak ada lapisan asap sehingga rumput lebih hijau dan langit tidak kelabu.

Saat hujan saya menggigil seakan sedang di Bandung,
hanya tidak ada banjir dan selama saya di trotoar saya tidak basah.

Makanan yang ada sama dengan yang ada di Indonesia,
hanya mie goreng terasa lebih pedas dan minuman cukup mahal.

Keterasingan yang saya rasakan pun sama,
karena mungkin toh saya tidak tertarik untuk mencuri dengar siapa-siapa.

Tapi memang ada hal-hal yang sangat berbeda.

Di sini hidup harus sangat teratur dan hemat. Agak aneh rasanya dua keping koin yang terjatuh sama nilainya dengan makan siang yang kenyang, atau satu halte yang terlewat bisa benar-benar membuang waktu dan uang.

Di sini hidup sangat jujur dan bermoral. Mobil-mobil bahkan dengan sabarnya menunggu saya untuk menyebrang, padahal saya masih dua puluh langkah dari bibir jalan. Tidak mengklakson ataupun menyerobot, hanya tersenyum sembari saya menyebrang jalan.

Di sini sangat sepi. Mungkin saya baru bisa pulang Oktober nanti untuk menemui keluarga dan pacar saya. Telepon sangat mahal, sampai saya kadang berpikir apakah ini cukup atau tidak untuk tetap menjaga hubungan ini sampai dua tahun ke depan. Paling tidak, menyenangkan punya seseorang sebagai tujuan kembali :)

Di sini, moga-moga saya bisa hidup lebih baik.

 

About these ads

2 Responses to “singapura”

  1. Permisi Mas. Semoga lancar ya Mas, kuliah dan hidupnya #numpanglewat #doang

  2. echa said

    “Di sini hidup sangat jujur dan bermoral. Mobil-mobil bahkan dengan sabarnya menunggu saya untuk menyebrang, padahal saya masih dua puluh langkah dari bibir jalan. Tidak mengklakson ataupun menyerobot, hanya tersenyum sembari saya menyebrang jalan.”

    i want that. wanna change?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: