api kecil

September 26, 2007

Di malam yang dingin dan berangin itu, saya sedang…agak sedih.
Sebenarnya biasa-biasa saja. Masalahnya, saya juga lelah.
Dan seseorang tanpa sengaja menekan tombol merah itu.

Beberapa saat kemudian, saya merasa ingin membuang hati saya.
Hati yang sudah berulang kali menipu saya itu semakin membuat saya letih.
Selama ini saya terlalu bergantung pada hati itu.
Pada harapan yang ia ciptakan.
Lagipula hati itu sudah rusak dan retak. Penuh bekas luka dimana-mana.

Namun,

rupanya hati itu masih melekat di diri saya.
Tak lama kemudian, lamunan saya itu membawa saya ke beberapa waktu yang lalu.
Saya kembali teringat saat hati itu membantu saya mencintai seseorang.
Hati itu menanamkan rasa peduli terhadap orang yang saya sayang.
Hati itu mengajarkan saya kepercayaan dan kesetiaan.
Saya sadar kalau hati tidak menuntun saya ke suatu jalan.
Ia hanya menyalakan lampu sehingga jalan tersebut tidak terlihat begitu gelap.

Hati.

Sepertinya kali ini saya tetap percaya padamu seperti biasa.
Hanya karena keberadaanmu membuat saya tidak terlalu kedinginan di tempat ini.

Api kecil, tetaplah menyala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: