exit strategy

December 6, 2007

*artikel informatif curhatan ini diambil dari pengalaman dan kisah nyata saya di kampus saya. jadi ya klo nggak ngerti silakan dicoba direka ulang sendiri*

Saya bingung dengan tubuh manusia. Mengapa rangsangan yang ditimbulkan saat buang air besar seringkali datang dengan begitu maha dahsyatnya? Lebih susah ditahan daripada menahan DVD player mengeluarkan kepingannya. Lebih susah ditahan daripada emosi pengen nonjok orang yang males geser tempat duduk di angkot. Lebih susah ditahan daripada keinginan untuk makan di Gokana Teppan saat tabungan baru terisi. Pokoknya susah bener, serasa hitungan mundur peluncuran roket. Apakah saraf bagian perut ke bawah memang suka memberi sensasi yang aneh2? Atau emang sebenernya ada latihan pernapasan dan yoga yang berguna buat nahan kebelet?

Oke, cukup kelas filsafatnya.

Jadi gini. Tadi pas saya mengalami kejadian yang suatu saat pasti akan dialami setiap orang itu, saya  berpikir yang macam2. Coba kita buat suatu skenario tadi. Kejadian tadi terjadi saat saya berada di sekre LFM, hujan agak deras, dan saya sedang asik2nya hotspotan. Hitungan mundur pun dimulai. Tentu saja, karena saya mahasiswa yang berpikir logis dan praktis, saya memutuskan untuk shutdown laptop saya. Tentu saja, itu keputusan yang bodoh karena shutdownnya sendiri sampe 2 menit. Harusnya langsung tutup aja. Setelah laptop beres, mulailah ke tahap selanjutnya. Mencari WC terdekat. Dari ingatan saya, didapat data sebagai berikut:

  • WC Satpam. Kelebihan: 30 detik jalan kaki. Kekurangan: kotor dan sayangnya lagi ada yang make
  • WC Salman. Kelebihan: space besar dan relatif bersih. Kekurangan: 6 menit jalan kaki, hujan pula.
  • WC Campus Centre. Kelebihan: biasanya bersih. Kekurangan: 3 menit jalan kaki, hujan, dan space sangat sempit.
  • WC Informatika. Kelebihan: space besar. Kekurangan: 6 menit jalan kaki, hujan, kotor, jelek, dan jauh.
  • WC Arsi. Kelebihan: tidak sejauh WC Campus Centre. Kekurangan: sayangnya nggak kepikiran.

Setelah mengetahui dan menimbang, saya pun memutuskan berjalan setengah lari ke WC Campus Centre saja. Kesalahan kedua, keadaan perut bisa berubah tiba jadi makin mengganas. Harusnya ke WC satpam saja, jadinya rugi  2 menit 30 detik yang sangat berharga. Waktu semakin sedikit dan rasa kebelet meningkat secara eksponensial. Sesampainya di sana, karena space kecil dan (baru ingat kalau) nggak ada tempat buat menggantungkan headphone, jaket, dan celana jeans (goblok, salah sendiri ke WC pake macem2) maka penyesuaian konfigurasi peletakan barang2 tersebut memakan waktu yang tidak sedikit, kurang lebih 1 menit. Waktu habis. Tepat waktu! Walaupun sempit dan tangan membawa barang2 dan kaos kaki tidak sempat dilepas, perasaan lega selalu terasa memuaskan.

Sayangnya, karena buru2 maka saya tidak melihat hp saya nyaris jatuh dari celana jeans saya.

Pletak.

Dan ruangan yang sempit itu bertambah sempit dengan kehadiran hp, tutup batere, dan batere hp saya di lantai yang basah.

Moral cerita ini,

carilah WC terdekat dan pastikan ada gantungan di dalamnya.

4 Responses to “exit strategy”

  1. Praditya said

    Kebelet ke WC aja pake perhitungan rumus dulu… :D
    Yg penting hantam aja boss!

  2. bangbadi said

    hahaha, lucu banget dah. salam kenal

  3. ayampetok2 said

    goblooookkk…….goblooookkk…. dasar @nimorph emang sinting smwa, haha68x. btw, gw diceritain ama kembaran gw IF 06 tampak mulai frustasi ma kuliah… keliatan di blog lo, nulisnya dah mulai pake teori2 perhitungan matang, wahahaha68x, bahkan sampe ke boker segala. dasar odonx!!! :D

  4. mitra w said

    hahaha… syaraf atau otot bagian bawah perut emang sering ga kompromi :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: