review: perempuan punya cerita

January 21, 2008

Yeah, yeah. Last year i was bashing most indonesian movies, calling them the ultimate junk of all indo-pop-culture. Look at my movie-ticket collection now, 5 out of 8 are…yup, indonesian movies. Maybe i’m doing it because of my supposed-to-be-great-sin by still haven’t watched Ada Apa Dengan Cinta. Aw, okay.

Nomat film indonesia paling memuaskan! Film ini keren banget. Jangan bandingkan dengan 2 film indonesia sebelumnya (that would be Kawin Kontrak & Susahnya Jadi Perawan). Oh iya, untuk film Kawin Kontrak, liat review Rey di sini aja, cukup mewakili kok.

Perempuan Punya Cerita adalah film yang unik, soalnya terdiri dari 4 cerita dan disutradarai oleh 4 sutradara berbeda (pernah nonton Paris Je T’aime? seperti itu lah). Fatimah R. Tony (cerita pulau), Upi (cerita yogyakarta), Nia Dinata (cerita cibinong), Lasja F. Bachtiar (cerita jakarta). Untuk cerita lengkapnya baca aja di websitenya ya, panjang euy. Kali ini, saya mau ngereview setiap ceritanya. Oh iya, hati2, terpaksa banyak spoiler. Karena reviewnya agak panjang, klik link di bawah buat melihat keseluruhannya ya. Here we go.

Cerita Pulau

Tampil sebagai cerita pembuka, cerita pulau terasa sebagai realita. Sesuai judulnya, cerita ini berlatar belakang di pulau dengan tokoh seorang bidan, Sumantri, (Rieke Diah P) dan wanita cacat mental, Wulan(Rachel Maryam). Pas bener kan, bidan di pulau. Jadi inget ayah saya yang dulu bertugas jadi dokter di Luwuk, Sulawesi Tengah (ga pernah denger? silakan lihat peta. Kalau nemu hebat deh). Walaupun Wulan bukan anaknya, Sumantri yang ternyata sudah didiagnosa terkena kanker payudara tetap menjaganya. Sampai suatu hari Wulan diperkosa. Aduh. Ouch.

Mmm gimana ya. Saya pribadi sih suka dengan ceritanya, tapi sepertinya garapannya kurang matang nih. Apa mungkin karena saya laki-laki, jadinya nggak…emotionally-connected? Settingnya keren. Konflik oke. Aktingnya sepertinya, kurang ‘wow’. Rieke menurut saya kurang pas, nggak seperti di film Berbagi Suami. Rachel Maryam juga…errr…kadang-kadang malah menganggu. Apa karena orang cacat mental sudah terlalu sering diekspos? But anyway, it’s a refreshing story, although it’s not that great.

Cerita Yogyakarta

Ah copy paste dari webnya aja yah. Safina dan kelompoknya adalah pelajar SMA di Yogyakarta, kota turis yang juga kota pelajar. Warnet yang menjamur di pelosok kota tidak hanya memenuhi kebutuhan para mahasiswa akan teknologi, namun juga Safina siswa SMA dan teman seumurnya yang mendalami dunia seks. Kurang lebih begitulah. Pemain utamanya Fauzi Baadila (sebagai Jay) dan Kirana Larasati (sebagai Safina).

Sangat beda dari cerita sebelumnya, setelah saya liat bagian yang ini saya jadi pengen kuliah di Jogja. Ups. For god sake, they’re GORGEOUS! gila, sejak kapan anak SMA di sana secakep itu? dan sejak kapan having sex berdua, berempat, rame2, aborsi, kawin pake undian, you name it lah, jadi seumum itu? *atau emang saya yang terlalu naif?* ehm. oke, menurut saya ini cerita paling ‘wow’ dari semuanya. Kenapa? yah karena isinya yang paling gila. Cewe itu brengsek. Cowo sama brengseknya. Tentu saja, yang paling saya suka dari cerita ini: semuanya blak-blakan.

Cerita Cibinong

Copy paste lagi. Esi seorang cleaning service di klab dangdut Merem Melek bekerja keras untuk biaya hidup dan pendidikan Maesaroh putri semata wayangnya. Ia nyaris putus asa ketika mendapatkan Narto kekasihnya melecehkan Maesaroh. Beruntunglah Esi karena Cicih, primadona klab Merem Melek memberikan perlindungan dan tempat tinggal. Sarah Sechan, Shanty, Ken Nala Amyrtha. Wow, look at those names. Quality assured.

Cibinong. Maesaroh. Cicih. Esi. Narto. Klub Merem Melek. Pantura abis nama-namanya, hahaha. Hadir sebagai satu2nya cerita dengan dialog full bahasa sunda dengan subtitle, cerita cibinong tampil sangat memukau (beh, kata-katanya). Kisahnya berkisar pada eksploitasi (tepatnya penjualan) anak. Entah kenapa, walaupun bagian ini bagus banget, saya agak2 biasa aja ngeliatnya. Mungkin saya sudah bosan dengan setting klub (banyak lho. Tempat karaoke seperti di The Photograph, pub seperti di Kala, dan nightclub di film2 sisanya). Mungkin juga karena setting Jawa Barat dan bahasa sunda (efek menonton Kawin Kontrak). Sayang, padahal saya fans berat film Nia Dinata. Yang main Shanty lagi. Overall, it’s great, but i’m a bit disappointed actually. Hehehe.

Cerita Jakarta

Kali ini ga copy paste deh. Cerita ini tentang Laksmi (Susan Bachtiar) dan Belinda (Ranti Maria). Dengan setting keluarga tionghoa yang suaminya sudah tiada dan dibuka dengan adegan penagih hutang, tadinya saya udah berpikir ini cerita paling bosen. Eh, tapi ini penutup, harusnya paling bagus dong. Tak lama kemudian, ceritanya mengembang dengan sangat luar biasa. Laksmi ternyata mengidap AIDS, dan suaminya meninggal karena penyakit yang sama. Mertuanya mengejar mereka untuk merebut Belinda. Mereka kabur dari rumah, uang mereka semakin menipis. Dari orang kaya jadi orang dengan hidup pas-pasan.

Oke, cerita di atas jadi mirip cerita Punjabi. Far from that. Believe me, it’s the best story. The most heartwarming. The simplest yet also the most realistic one. Damn, if i was a woman, i would’ve been crying. A lot. I consider it to be one of the best mother-daughter relationship story in indonesian cinema. Keimutan Belinda di cerita ini juga tidak membantu saya untuk mencari-cari titik lemah cerita ini. Saya jadi menggumam moga-moga anak saya nanti seperti itu, hahahahaha. Oke, endingnya agak anti-klimaks, tapi tetep aja. Ini cerita favorit saya dari keempat cerita yang ada di film ini.

Hm. Kayaknya udah kepanjangan. Udah ah, mau gosok gigi dulu. Sisa popcornnya ada yang nyangkut.

6 Responses to “review: perempuan punya cerita”

  1. bintang said

    wah, kok gw g pernah denger ada ni film di bioskop y? damn..

    punya dvdnya? :D

  2. bdwitama said

    haha ram..
    lebih asik lagi waktu nonton ni film uncensored loh..
    hoho..

  3. wisedan said

    blog loe bagus..
    loe niat bikin blog
    gue numpang blajar banyak di blog loe..

    salam kenal.

    Wisedan an-Nadewis

  4. susan said

    wahhh…,, belum pernah nonton fiLmny!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: