useless remote

March 21, 2008

Setelah terpaksa menemani nenek menjalani malam-malam sepinya saat di Surabaya kemarin, dengan sendirinya saya juga dengan terpaksa melakukan hal yang sangat menyebalkan.

Nonton sinetron.

Sebenernya bukannya kesel karena aktingnya menyebalkan. Bukan karena si (nama tokoh baik) selalu lemah dan kerjaannya lemah serta bodoh. Bukan karena (nama tokoh jahat) sepertinya punya diktat SOP buat memusnahkan si tokoh baik untuk musnah dari muka bumi ini tanpa sisa sedikitpun. Bukan karena entah kenapa tokoh jahatnya ga kalah begonya dan sial sehingga ujung2nya kalah juga. Bukan karena seringnya monolog yang menjelaskan semua isi otaknya. Bukan karena pembantu dan sopir yang suka sok konyol. Bukan karena nama tokohnya Joko Ireng. Bukan karena make-up yang membuat semua bibir cowo bewarna pink dan bedak setebal 5 senti pada semua cewe, termasuk kenek angkot. Bukan karena kamera zoom in dan diiringi suara JENG JENG JENG. Bukan karena filmnya didubbing. Bukan adegan candlelight dinner dengan lampu 1000 watt di sebelahnya. Bukan karena plotnya yang supersimpel dan sangat predictable. Bukan karena judul yang biasanya berupa kata benda merangkap nama tokoh utama. Bukan karena iklan mentari nol koma nol nol nol nol sekian dan Tje Fuk yang ada saat jeda.

Itu semua dimaafkan jika hanya satu saja yang seperti itu.
Tapi kenapa sih semuanya seperti itu?

*eh omong2 soal iklan. Iklan favorit saat ini: Sampe Puas by XL.

5 Responses to “useless remote”

  1. wiydiy said

    kenapa semuanya kayak gituu?

    kan biar mainstream. haha.
    =P

  2. rey said

    hahahaha
    mantep ram gw ngakak2 nih

    analisis bagus

  3. aiame said

    haha.
    Paling males liat sinetron di jaman serba cepet kayak gini. :p
    alurnya itu loh..ga sesuai dgn perkembangan zaman.

    Btw, lam kenal yo.
    :)

  4. puty said

    huahah. karna lo hidup di indonesia, ramda.

  5. Waldi - Puri Mesari said

    “Setelah terpaksa menemani nenek menjalani malam-malam sepinya saat di Surabaya kemarin, dengan sendirinya saya juga dengan terpaksa melakukan hal yang sangat menyebalkan”

    Untung hanya menemani nenek sehari saja…
    Nenekmu minta kau meneleponnya setelah ujian rampung
    O ya, selamat dg kacamata barumu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: