H minus 24

April 2, 2008

Awal minggu yang menyenangkan (kalau ga bisa dibilang males-malesan). Berhubung seluruh proyek bikin animasi, bumper, DVD, buku tahunan, dan editan wisuda udah selesai, akhirnya saatnya melampiaskan hasrat bersenang-senang sedikit. Untuk pertama kalinya sejak minggu-minggu kemaren, ada waktu buat jalan2. Paginya ada hujan superkencang dengan angin mahadahsyat yang memporak-porandakan sekre LFM dan nyaris menyantap laptop saya. Malamnya rencana menemani Rey belajar buat ujiannya hari kamis berantakan gara2 si Brian menagih janji karaokean. Jadilah NAV Dago didatangi pasukan karaoke dadakan. Sayang baru sejam. Baru tau di Dago Plaza lagi dibangun mini-theatre ky Subtitles gitu. Wuuuu, sounds cool.

nunggu jam 9.30 karena NAVnya penuh

Besoknya kuliah seperti biasa. Walaupun paginya sempet bete dengan Ibu CS yang bikin emosian, hari Selasa pun terlewatkan dengan biasa-biasa saja. Oh iya, kemaren ketipu liat BBC laporan berita pinguin bisa terbang. Ternyata april mop, sial. Saking biasanya, saya jadi males balik ke kosan seperti biasa. Ujung-ujungnya nginep di kampus seperti biasa. Bangun paginya kesiangan seperti biasa. Hm, jadi terlalu biasa. Perlu hiburan.

keterangan : berhubung internet kosan lemot gambar menyusul

Tuhan pun mengirim Jojon datang sebagai dewa penyelamat. Jojon datang dengan sayap dan lingkaran emas di kepalanya membawa DVD 2001 :  A Space Odyssey. Setelah menonton the ultimate black comedy, Dr. Strangelove, saya jadi pengen nonton film2nya Stanley Kubrick. Mumpung lagi nggak ada kuliah ga ada salahnya nonton film yang katanya mbahnya film2 science fiction ini. Ternyata bener, ini film gila. Walaupun dibuat sebelum Star Wars entah kenapa film ini rasanya lebih berkesan atau gimana gitu. Walaupun adegannya lamaaaaaaa banget (hampir 3 jam! hwaw!) dan dialognya nyaris ga ada, sekarang saya ngerti kenapa ga boleh ngaku pecinta film science fiction kalau belum nonton yang ini. Untung udah kebiasa nonton film epik ky Gandhi atau Lawrence of Arabia, jadi ga segitu boseninnya. Gobloknya abis itu malah nonton Meet The Spartans. Busetdah itu pelem busuk abis yah. Lucu tapi jijik. Hahaha. Sayangnya dalam 3 hari ini udah ke-4 kalinya film itu diputer jadi udah males. Tuhan pun mengirim malaikat kedua. “Eh, ada yang mau nonton From Bandung With Love 15 menit lagi nggak?”, Dinoy pun berseru kepada penghuni ruang santai.

10 menit setelah film dimulai saya yakin ternyata dia bukan malaikat. Bukan Tuhan yang mengirim dia, tapi setan ngebisikin nyuruh nonton film ini. Biar lebih obyektif, sebenernya film ini punya dialog yang berpotensi untuk menjadi bagus. Sayangnya hanya hal itu saja yang bisa saya puji. Sisanya sampah. Udah gitu seluruh tokohnya bangke lagi, tikung sana tikung sini, tusuk kiri tusuk kanan. Kata-kata paling berkesan: “Cowo emang gatel, tapi selalu ada cewe yang mau garukin”. Applaus untuk para cowo dan cewe bangke di dunia ini, saudara-saudara! Bagus, bagus. Setelah menguras dompet di Platinum (sial, ini nih yang ngeselin. jatah makan sehari buat sekali makan.) sempet lewat Blind. Itu tuh, restoran yang makannya gelap-gelap, ga ada cahaya. Berhubung harganya ga mahal-mahal amat kapan-kapan pengen nyobain ah hahaha.

Saatnya kembali ke rutinitas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: