a night walk

September 13, 2008

Setiap orang pasti punya kisah perjalanan sendiri-sendiri. Ada yang melakukan perjalanan jauh untuk merasakan gulai kambing di kampung halaman saat lebaran, ada juga yang hanya berjalan menuju kamar sebelah untuk mengucapkan selamat malam dan membetulkan selimut anaknya. Ada yang penuh canda, ada yang menjadi rutinitas memuakkan belaka.

Bagi saya, perjalanan adalah saat saya pulang malam hari, berjalan kaki sendiri.

10 menit lamanya, saya berjalan menyusuri lorong-lorong remang. Kosan saya boleh mewah dan penuh mobil, tapi saya lebih suka mengayunkan langkah menembus rumah-rumah kumuh dan jalanan sempit itu. Saya lebih suka melihat wajah-wajah ramah tukang ojek dan senyum kotor namun tulus dari anak-anak yang bermain di selokan daripada mendengarkan radio di balik kaca mobil.

Mungkin mereka lebih menikmati hidup daripada saya, mungkin mereka menikmati hidup mereka apa adanya. 10 menit itu seringkali saya habiskan dengan bertanya-tanya tentang hidup saya sendiri. Saya bersyukur dompet saya lebih tebal dan hidup saya diberi begitu banyak kemudahan, tapi apakah saya lebih baik dari mereka dalam memanfaatkan semua itu?

Perjalanan kecil saya itu diakhiri oleh beberapa puluh anak tangga yang menghubungkan pemukiman itu dengan kompleks perumahan mewah yang terang benderang namun sepi. Kadang-kadang kesendirian terasa menyedihkan, namun ia juga sebuah barang mewah yang tidak semua orang bisa miliki.

Saya punya. 10 menit saja.

One Response to “a night walk”

  1. Gita said

    ….wow.

    bagus ram…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: