berlalu

October 13, 2008

Sepi. Panas.

Iya, saya lagi kekurangan motivasi sesaat untuk mengeluarkan isi kepala di ruang ini seperti biasanya. Rasanya ingin pergi ke padang rumput tanpa rusa dan ulat bulu. Pengen guling-guling sepuasnya, bebas meloncat dan meraung tanpa peduli ada yang lihat atau dengar. Aneh ya? di saat saya butuh pendengar setia dan segudang nasihat, saya malah ingin sendiri. Berbincang dengan awan dan ilalang yang tak pernah mati dan tidak bosan-bosannya mendengar racauan saya. Supaya lega.

Ya, saya nggak bisa. Saya terjebak di tengah rutinitas. Jawaban klise untuk dilema klasik tentang kebebasan dan ketidakpedulian saya dengan dunia sekitar. Mau apa lagi (lagi-lagi), banyak yang harus dilakukan. Minggu depan saya ujian dan saya harus belajar, fotokopian demi fotokopian. Masih ada film wajib yang harus ditonton (David Fincher’s The Curious Case of Benjamin Button desember nanti) dan buku yang membuat mood saya mengayun-ayun sampai-sampai tulisan saya jadi agak aneh di post ini (Dee’s Rectoverso). Keseharian yang menggerakkan jarum jam sehingga waktu tidak berhenti dan kuliah berakhir setiap dua jam sekali.

Sepi. Panas.

3 Responses to “berlalu”

  1. alia said

    wuaa, mau mau rectoversoo.. !
    lo ud pnya novel plus cdnya ram ?
    kenapa harga keduanya sangat mahal, huhuu

  2. dhya said

    mau ujian ya?? sama nih… huhuhuhu… *sindrome mau uts*

    salam kenal juga ya! :)

  3. FreaK said

    Wew..
    Keren..,,
    Puitis..,,
    Programmer..,,
    Fotografer Pula..
    ..
    Kul D Mana..??
    ..
    Lam Knal Yah..
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: