retro-love

October 18, 2008

Mati mati mati mati mati mati mati mati mati mati gw, senen jam 7 UTS!

….yup, looks like that’s enough.

Entah kenapa gw lagi ngerasa males cerita apa-apa. Selain karena kepanikan tentang hal di atas yang makin merajalela dan tidak mulusnya tugas-tugas gw, mau ngapain juga serba nggak santai. UTS, ayo maju, lawan aku, dan cepatlah berlalu. Bukannya gw butuh seneng-seneng gila-gilaan sih (gw malah baru saja menolak ajakan untuk nonton Kutunggu Jandamu. See?), tapi gw lagi butuh keseharian yang menyenangkan aja.

Datanglah aftah yang baru balik dari Seattle! Wah ini si sopir angkot emang dateng di saat yang tepat dah. Gimana lagi, si Rey lagi belajar, Dheny malah sibuk ujian metrologi apalah itu. Setelah bertukar kisah tentang cinder*lla dan perbandingan suhu udara tempat mudik masing-masing (ternyata selisih 30 derajat), terus mulai nyampah deh sambil makan malem. Pas selesai dan naik angkot dia ke arah simpang,

“iya tah, jadi lensa yang itu….EH SUMPAH APAAN TUH. anjis lah keren parah”
“hah, mana2? (melihat ke kanan depan) wah iya keren parah”

kenapa gw menggunakan huruf kapital dan aftah nggak? karena gw yakin gw adalah orang yang paling terpesona di situ. Yang gw alami adalah, love at first sight. Lovestruck. Lovesmitten. Bahkan di temaramnya sinar lampu dan kemacetan bandung malam minggu, gw ga akan pernah melupakan saat pertama kali gw melihatnya tadi.

yes, i’m in love with a 1961 VW Karmann-Ghia.

Belajar nyetir ah.
*termotivasi lebih*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: