skepticism

January 6, 2009

if it ain’t broke, don’t fix it

kata-kata di atas sering saya terjemahkan sebagai kata pengganti dari “bersyukur”
lagian apa lagi sih yang kurang saat kita memiliki hidup yang kita syukuri?
ga semua orang bisa merasa serba cukup dan berhenti mencari yang lebih.
ga semua orang nyaman dengan hidupnya.

but in the end, it’s not that simple.
mengutip kata-kata saskhya, hidup itu harus dibuat nyaman, tapi nyaman ga selalu benar dan dibutuhkan.
ada kalanya kenyamanan itu membuat saya terkurung. rabun dan tumpul. tertidur dengan lelap.
ada kalanya saat saya harus keluar dari kasur yang empuk. dari kepungan padang rumput hijau.
bergerak ke pasir. lumpur. kerikil. atau bahkan sekedar sepetak tanah gersang.

saya sebenarnya terlalu malas memupuk semuanya dari awal.
saya butuh awan hujan. gerimis. deras. terserah.
tapi toh, apa pengaruhnya?
saat tanaman plastik terasa seindah asli dan yang asli penuh kepalsuan,
saya mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya saya mau.

berusaha menyingkirkan pemikiran di atas,
setidaknya setelah turun jabatan dari opening-closing olimpiade ITB. H minus 3, damn.

terima kasih kepada vina dan ayu yang telah memberikan tepukan ringan di pundak. hehehe.

2 Responses to “skepticism”

  1. azzam said

    “hidup itu harus dibuat nyaman, tapi nyaman ga selalu benar dan dibutuhkan.”

    wah saya suka kata kata ini kawan

  2. Tulisan anda begitu mengena dihati. Saya juga sedikit terselentik setelah membaca…salam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: