voting

April 10, 2009

Oh well, akhirnya gw cukup umur buat ikut pemilu. Setelah balik ke Jakarta naik kereta kemarin malam (yang diisi dengan kegiatan bodoh seperti melihat orang tidur dan membaca majalah Misteri), kena macet dari Gambir sampai Pondok Indah, sampai di rumah jam 9 malam, gila-gilaan ngebut ngerjain tugas ProgIn yang deadlinenya jam 12 malam (yang dikumpulin seadanya jam 11.57), nonton Liverpool-Chelsea (jangan dibahas. Bloody Ivanovic.), akhirnya gw bangun pagi-pagi.

Jam 11.20 pagi.

Setelah dimarahin nyokap gara-gara tadinya mau ke TPS pakai kaos Giordano gembel dan celana tidur pendek tanpa mandi dan gosok gigi, akhirnya gw ke sana dengan baju agak rapi (mama: kamu gak malu apa, siapa ini anak gembel, oh anaknya pak RT, yaampun). Yup, kertas suaranya gede banget, jadi inget Tes Koran waktu USM ITB dulu. Gw milihnya PD yang sekarang ada di peringkat pertama (poor Golkar and PDI, better luck next time haha) dan mencelupkan ujung jari ke tinta.

Di sini gw agak salah, 1. gw mencelupkan kelingking kanan, ah bentar lagi juga ilang.
Yang terjadi: 2. kok tintanya nggak ilang-ilang juga ya? padahal bokap nyokap aja pas gw bangun tadi udah pudar.

Sampai saat gw mengetik ini, gw makin yakin bahwa tinta tadi adalah tinta spesial. Mungkin sebenarnya itu tinta buat ngisi spidol marker dan pak Ustad yang jaga tadi balas dendam ke gw. Mungkin juga terjadi reaksi kimia dengan kulit gw. Mungkin juga tadi itu tinta kontrak dengan makhluk alam lain (efek baca Misteri), karena sampai sekarang setelah dicuci pun tintanya tidak pudar sedikitpun. Sial. Hahahahaha

Oh iya, happy 43rd birthday mom!
Terima kasih sudah banyak membantu menyelesaikan begitu banyak misi rahasia hehehe
Makasi juga buat Tante Ana, cheesecakenya enak :p

Happy long weekend, everyone!

2 Responses to “voting”

  1. Obbie said

    bokap lo Pak RT ram?
    wow

  2. The Senior said

    Ram, ini tips: kalau mau cepet ilang itu tinta, begitu kelar nyelup langsung bersihkan dg apa saja, terutama dg media yg kasar2 (tanah, pasir). Lebih bagus kalau jari (agak) kotor sebelum dicelupkan (jangan cuci tangan sebelum nyontreng).
    Kalau cuma ditatap sampai rumah ya nempel dah itu tinta sampai ganti kulit.
    Tapi kalo ilang kan gak bisa minum kopi gratis satu sloki di StarBuck ya?
    Juga, bisa ngrasa kurang bangga tanpa celupan di ujung jari di hari pemilu? Jadi, nanti PilPres kalo mau lebih bangga minta sekalian oles tinta satu jari atawa satu tangan hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: