hurricane’s eye

May 25, 2009

Huahm. Ini weekend yang melelahkan. Hari Jumat setelah screening film Dara di LFM (yang menurut gw sangat sukses), gw langsung balik ke Jakarta. Komputer ayah rusak dan gw sekalian mengembalikan lensa tele dia. Sekalian menyelamatkan kamera fisheye. Rumah gw semakin aneh dengan ornamen Bali yang terlalu beraneka ragam, tapi sisi positifnya lasagna dan pastel tutup masih tetap berlimpah dan sekarang internet di rumah sudah pakai Speedy Unlimited yang yahud. Karena terlibat pembicaraan serius yang mencengangkan di YM, gw pun akhirnya baru tidur jam setengah 4 dan bangun jam 9 karena belum pesen travel buat pulang hari itu.

Siangnya gw ke Poins Square untuk beli CD buat ayah. Sayangnya sedang ada Dahsyat, live, membuat macet, dan isinya alay-alay. Gw baru memperhatikan kalau alay jakarta lebih salah fashion daripada alay bandung. Yaudahlahya. Sport Warehouse ternyata pindah ke lantai atas, dan isinya tetep Reebok dan Converse yang model lama. Setelah menembus macet Dahsyat (literally), gw pun meluncur ke Citos untuk menunaikan ibadah. Ke aksara dan beli burger king yang ga ada di bandung.

Aksara seperti biasa selalu memberi seleksi buku dan benda-benda lucu yang menarik, tapi entah kenapa sepertinya harganya jadi agak mahalan dikit. Setelah berpikir gaji gw bakal disedot kalau gw beli buku Other People’s Love Letters: 150 Letters You Were Never Meant to See seharga 300 ribu, akhirnya gw beli 2 buku yang lebih murah: Saman (Ayu Utami) dan The Geek’s Guide To World Domination ( Garth Sundem). Gw belum menemukan waktu damai untuk baca yang pertama, tapi 20 halaman pertama dari Geek Guide sangat tolol dan berisi fakta-fakta ga penting seperti the highest-scoring words in scrabble dan how to read a chinese abacus. Truly geeky and i love it with all my heart! Tadinya mau beli soundtracknya Pintu Terlarang tapi gw udah punya MP3nya sih. Kasian koleksi CD gw, baru 2 keping.

geekguidesaman-ayu-lontarnalar

Dua buku yang sangat bertolak belakang

Setelah membeli Burger King titipan, ga jadi nyoba makan di TRS, dan salah beli kopi di Coffee Bean (shit, 46 ribu), gw bersilaturahmi ke rumah manda yang lagi belajar UAS. Sampai rumah CD yang gw beli gagal menyelamatkan komputer ayah, dan akhirnya gw menghabiskan 3 menit terakhir di rumah mengajarkan pake program baru buat e-mail. Udah lah yah, pindah Gmail aja. Sampai di travel mendapat titipan lemper 1 dus. Sampai di bandung gw dikejar hujan sampai ITB. Sampai di ITB ada yang minta ketemuan. Sampai di ITB lagi jam 1. Bangun jam 8 dan gw memasuki mata badai.

Hurricane Eye. Minggu tenang yang diapit 2 neraka UAS.
Ah, damainya.

One Response to “hurricane’s eye”

  1. wow. mau banget yang Garth Sundem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: