Review: Virgin 2 – Bukan Film

June 17, 2009

4293_86616587084_86605382084_2234957_2691747_nHalo semuanya. Saya kembali setelah puasa menulis review sekian lama! Hahahaha

Oke, pertama-tama mungkin ada yang merasa judul di atas kurang satu kata. Ada dua alasan, alasan pertama adalah kata ketiga di subjudul film ini akan mengundang orang-orang kesepian ke blog saya ini dan membuat hit counternya meningkat drastis (sudah terbukti dalam review Perempuan Punya Cerita yang saya tulis setahun yang lalu). Alasan kedua, ya, review di bawah ini.

Saat saya membeli popcorn tadi sore, saya yakin kalau saya pasti akan menikmati film ini. Film indonesia ampas terakhir yang saya tonton adalah Kutunggu Jandamu (sudah lama sekali huwow) dan 3 film bioskop terakhir yang saya tonton itu Watchmen, Angels & Demons, serta Star Trek. Terlalu bagus-bagus. Butuh penyegaran. 5 menit nonton, saya sudah tersenyum lebar, lebih lebar daripada senyum Will. E. Coyote saat melihat Roadrunner. Lebih lebar daripada TV plasma. Film ini. Sungguh. Luar. Biasa.

Jelek.

Film ini bercerita tentang cewe-cewe hancur yang hancur karena ketololan mereka (dan ketegaan scriptwriter) dan tambah hancur karena ketololan dan kehancuran mereka yang berlanjut (dan karena tuntutan dramatis sutradara).
Tentu saja didukung oleh akting hancur yang sama sekali tidak ada chemistrynya. Guys, take note: hubungan sesama jenis perlu emosi yang lebih dalam, bukannya kamera yang mengarah ke bagian belahan tengah. Yes we do know that woman have something called b00bs, no need to show them every 3 minutes just because your actresses can’t actually deliver some good lines.

Oh iya, lupa: spoiler alert.

Oke, lanjut ke setting. Bandung, Dago Plaza, Circle K. Selalu malam hari (entah kenapa). Om-om berniat buruk yang nawar 5 juta. Om-om-om-om (banyak om-om) yang, yah, dikali banyak aja. Apartemen reyot berWC bagus. Tempat clubbing sok asik dengan dresscode salah (yang ini kata teman saya yang lebih paham dunia sana). Oh iya, wardrobe. Emang sih bandung identik dengan celana ketat kependekan (ini memang kota dengan selera busana yang agak aneh), tapi ya nggak full day juga sih, ga ganti-ganti lagi. Then again, it’s full of tobacco and drug and prostitution references. Mungkin sekalian maunya emang dibuat hancur lah ya. Lalu katanya gambarnya terinspirasi karya Wong Kar Wai. Saya melihat sering ada poster film-film dia seperti My Blueberry Nights yang ditempel di sana sini di film ini, but that’s it: it’s an insult to call it inspired by The Incredible Mr. W.K.W. Inspired by Kereta Hantu Manggarai, perhaps. Sinetron-craattt-cratt-slow-motion-cutting also in full effect, complete with their cheesy sound effects. Yang aneh sempat ada suara koor gereja kayak LOTR. Udah ah paragrafnya kepanjangan.

Oh iya, daritadi belum menyentuh ceritanya. Ya ceritanya gitu-gitu aja. Dijelaskan di salah satu adegan malah.

A: Kenapa lo?
B: Ceritanya panjang
A: Waktu gw banyak kok
B: Gw kabur dari rumah. Terus gw dijual sama temennya temen gw. Terus gw dijual. Terus gw kabur lagi.
A: Wah, ancur dong idup lo.
B: Emang.

Dialog ini terjadi di tengah cerita dan sebenarnya adegan-adegan setelah dialog ini tidak menambah cerita yang berarti. Cuma diulang sekali lagi doang kejadiannya. Saya bahkan lupa nama-nama A dan B. Yaudahlahya. Sinopsis bohongannya ada dimana-mana.

Sekarang sisanya dengan cepat: efek darahnya bagus. headphonenya ALAY. cewe bisu nggak penting. penculik entah darimana asalnya juga nggak penting. penonton di bangku C baru nyadar syutingnya di bandung saat filmnya udah 1 jam. adegan banyak yang vulgar tapi nggak penting. plotnya terlalu tolol. filmnya hancur.

Eh salah. Ini Virgin 2 : bukan film.

P.S: bagi yang bilang “KEREN!!! ( 2 JEmpol bwd Virgin 2)..” di group facebooknya, tolong. Bertobatlah.

8 Responses to “Review: Virgin 2 – Bukan Film”

  1. sugiart said

    wakakakaka… ancur parah lo ram review nya wakakakaka
    eh, btw gue menemukan scene siang di film nya,
    yaitu pada saat tidur2an di kuburan* (LOL)

    *mau sok gothic tapi jadinya ampas

    intinya VIRGIN 2 bisa ditonton kalo lagi pengen ketawa-ketawa tolol ampas di siang bolong yang ga jelas :)

  2. jirodanusastro said

    salam kenal…
    yahhh.. saya sih menghargai-menghargai aja hasil kerja sineas indonesia.. oleh karena itu,, saya bikin blog tentang mengkritik film,,, siapa tau bisa jadi pegangan para sineas dengan melihat kritik-kritik dari penonton untuk film film yang ada… jadi bisa lihat reaksi penonton dan belajar dari kritikan penonton tersebut.. untuk itu,, coba deh lihat blog saya dan komentarin bila berkenan…

    http://kritikpenonton.wordpress.com

    terima kasih
    -djd-

  3. cupris said

    Oh mai god, Ramda.
    Thanks to you, gue jadi pengen nonton nih. Sial.
    Udah lama gk muntah dan menyumpah2 saat nonton. Lebih parah mana sama BBB?

  4. Tomi said

    like this (jempol)

  5. puty said

    parahan mana sama Kamulah Satu-Satunya?

    hahahaha.. sori ram, vocab perfilman gue luar biasa sedikit. gue tidak punya pembanding, seampas apa film indonesia. hahah…

  6. tess said

    hi there! blog-walking nih.
    I’m pretty sure filmnya sampah, karna gw nonton yg pertama dan ilfeel berat. But thanx to review lo yg kocak ini, gw malah jadi pengen nonton, penasaran. ;D

  7. Dimas said

    Wahaha…like this banget lah kak ramda ! Saya suka banget nada sinis yang dipake di review ini (Oke, saya juga udah capek baca review yang terlalu sopan sama film yang emang ancur).

    Mungkin inginnya film ini adalah berbagi pesan moral akan bahayanya pergaulan bebas. Tapi kayaknya dengan line-line dialog sedangkal itu, apa film ini bakal lebih efektif daripada iklan TV layanan masyarakat yang bawel itu? Atau malah justru cuman pengen “menjual” kemolekan tubuh pemain dan adegan2 kontroversialnya, yang dibungkus dengan sirup “pesan moral” ?

    Well, that’s just my thought…LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: