2009

December 23, 2009

Saya tidak punya banyak komentar untuk tahun 2009. Angkanya bagus (walaupun mungkin itu sugesti dunia gadget: tiba-tiba setiap angka bermakna spesial layaknya model handphone). Jumlahnya juga masih 365 hari. Entah kenapa saya sedang tidak mau mendeskripsikan tahun ini sebagai kumpulan momen-momen fantastik yang tidak akan terlupakan. Yah, setiap tahun sih juga pasti begitu: tahun itu hanya sebuah satuan untuk menjelaskan kumpulan hari-hari. Pendiskritan sesuatu yang kontinu. Untuk alasan yang sama juga, film biasanya terdiri dari adegan-adegan singkat (pernahkah terbayang menonton adegan slow-motion The Matrix, tapi mencakup satu hari penuh? Pasti akan mendefinisi ulang istilah “pelan”). Saya lebih senang bersyukur hal-hal baik terjadi dan hal-hal buruk terlewati. Saya sedang enggan meresapi kutipan kata bijak favorit Mark Twain saya. Saya sedang enggan beranalogi saat ini (yang tentu saja merupakan sebuah prestasi anomalis tersendiri).

Oh iya, mungkin 2009 itu tahun kata-kata bijak dan perbuatan-perbuatan picisan.
(Tentu saja, bukan icanread di tumblr atau kata-kata “saya hanyalah sebutir pasir” ya haha

Because, that’s what our life is: cheesier than any TV serials, cheap novels, or corny music.
Oh, and we’re not even talking about one of its recurring theme that starts with an ‘L’ and ends with ‘OVE’. Enough of that word to be stacked one upon others to reach E.T. in Andromeda galaxy out there. We’re too busy questioning small things that matters, and for good or for worse: it’s the right thing to do. 

We’re small.
We do small things with our small brain and heart and muscle and nerve.
We’re too nervous, too delicate to tackle big issues. To face the truth.

Saat ada orang yang dengan berani menghadapi tahun 2010 dan selanjutnya, dia sungguh orang yang beruntung.
Saya mendoakan saja bahwa ia benar-benar berani dan (semoga) saya bisa seberani orang itu.

Auld Lang Syne, folks.
Goodnight and goodluck.

Trivia: secara personal, 2009 bagi saya adalah tahun menjadi tukang kebun.

2 Responses to “2009”

  1. what were you thinking when you write this?

  2. vienz said

    hahaha.. knapa tukang kebun, ram? btw. udah lama banget kita tidak bertukar comment.. =) 2009 has taught me a lot, but I wouldn’t go as far as calling it a year of wonderful experiences, either. cuz that would be every year, like you said. =) and so far I don’t know what my goals are in 2010. well, I know, but I want to take it easy. I’ve been running too fast lately and I’m afraid that I’d stumble badly if I don’t watch it. coward, huh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: