block quote

March 24, 2010

Perjalanan kita selama ini ternyata tanpa tanda baca,
tak ada huruf kapital di awalnya. Yang tak kita ingat
aksara apa.

Kita tak pernah yakin apakah titik mesti ada;
tanpa tanda petik, huruf demi huruf berderet rapat –
dan setiap kali terlepas, kita pun segera merasa gerah lagi
dihimpitnya.

Tanpa pernah bisa membaca ulang dengan cermat
harus terus kita susun kalimat demi kalimat ini –
tanpa perlu merisaukan apakah semua nanti mampat
pada sebuah tanda tanya.

Tapi, bukankah kita sudah mencari
jawaban, sudah tahu apa yang harus kita contreng
jika tersedia pilihan? Dan kemudian memulai lagi
merakit alinea demi alinea, menyusun sebuah dongeng?

Tapi bukankah tak ada huruf kapital ketika kita bicara?

Bukankah kisah cinta memang tak memerlukan tanda baca?

~Sonet 12, Sapardi Djoko Damono

5 Responses to “block quote”

  1. vienz said

    indah…
    seperti puisi2 pak sapardi lainnya. selalu memberi makna melalui analogi-analogi yg indah.. :)

  2. ramdaffe said

    @vienz: berlebihan indahnya. beliau terlalu luarbiasa!

  3. putridwinoor said

    pemilihan kata-katanya cerdas sekali. saya suka :)

    *saya baca ya blog nya, salam kenal :)

  4. amalieayu said

    beautiful sentences in pretty verses… good choice, nde

  5. Waldi - Jatiluwih said

    Pada suatu malam hari
    seorang gadis kecil
    menodongnya ibunya membaca cerita
    nina bobok sebelum tidur;

    “Malam ini Puteri Salju,
    kemarin Bawang Putih,
    besok Sinderela, ya Bu
    biar Pangeran datang menjemputku.”

    SDD: “Ayat-ayat Api”, Pustaka Firdaus 2000 h.63

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: